Money Management yang baik = Winner
Manajemen keuangan dalam trading forex yang menentukan seseorang akan menjadi
winner atau loser. Sudah terbukti bahwa 95% yg bermain forex tanpa Money Management
yang baik akan BANGKRUT . Kebanyakan traders tidak menyadarinya sampai saat ini.
Money management sangatlah berbeda dengan “keputusan pada saat akan bertrading
(masuk ke pasar)”. Money management lah yang menentukan seberapa besar
resiko kerugian yang harus anda tanggung dibanding seberapa besar keuntungan
yang akan anda peroleh dalam bertrading.
Ada banyak Strategi dalam Mengatur keuangan anda dalam bertrading :
Yang Pertama dan Yang Paling Utama adalah :
Modal Utama atau bahasa kerennya CORE EQUITY
Jika anda mentransfer uang ke broker. Contohnya anda register ke marketiva
dan spend egold ke marketiva sebesar $10.000. Uang $10.000 inilah yang dinamakan
Modal Utama Anda. Uang $10.000 belum masuk ke Pasar ,hanya anda taruh ke marketiva
untuk kemudian melakukan trading (jual beli eur/usd atau usd/jpy dan lainnya)
melalui marketiva. Kemudian anda melalukan trading sebesar $1.000 maka MODAL
UTAMA anda menjadi $9.000.
Strategi Money Management
Resiko anda untuk sekali melakukan trading tidak boleh lebih besar dari 3% dari
total MODAL UTAMA.
Pernahkah anda bermain tidak memberi stoploss. SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN
. Pernah dengar kasus dibawah ini ??? (Kisah nyata dan akan sangat sering terjadi!!!
teman.)
Terjadi pada tanggal 20 Desember kira-kira 2 atau 3 tahun lalu. Semua orang
yakin bahwa akan menguat terhadap euro. Bahkan kakek teman kita inipun yang
tidak tahu menahu soal forex tahu akan berita ini bahwa usd akan menguat terhadap
euro. Karena THE FED akan menaikkan suku bunga nya. Kemudian tanpa pikir panjang
si UCOK (bukan nama sebenarnya) ini pun melakukan Short Euro. Apa yang terjadi
teman ? Rupanya ada bandar yang bermain. Om Soros kita ini pun turun tangan.
Ternyata Euro lah yang menguat sampai 350 pips. Seberapa besar Margin anda mampu
menahan 350 pips ini ?? apalagi kalau anda tidak memberi Stop Loss. Akhirnya
MODAL Utama anda LUDES.
Untung lah Margin Call menyelamatkannya sehingga dia hanya rugi $20. Sebenarnya
dia tidak akan rugi sebesar itu kalo mempelajari Money Management yang baik.
Resiko sekali Trade tidak boleh lebih besar dari 3% dari Modal Utama anda.
Contohnya :
1. Untuk Kasus Short Term Trader.
Total Balance di marketiva anda sekarang $100 (Seratus)
Jadi dalam satu Trade, Resiko Kerugian anda hanya boleh sampai 3% x $100 = $3.
Berarti sekali rugi dalam trade ini hanya boleh sampai $3.
Jika anda memberi ancang-ancang 30pips stoploss. Berarti : 1 pips = $0.3
2. Untuk kasus Long Term Trader.
Total Balance di marketiva anda sekarang $100 (Seratus).
Resiko Kerugian tidak boleh melebihi 3% x $100 =$3
Jika anda memberi stop loss 200pips berarti 1pip = $0.015
Yang Terpenting disini adalah “Maximum 3% Resiko dr Modal Utama”.
Jangan resikokan hingga 50% dari Modal Utama anda. Berarti dengan 2x kalah saja
Account anda sudah LUDES.
Nah sekarang. Resiko nya sebesar 3% Jadi Berapa Keuntungan yang akan saya peroleh
?
Risk : Reward == 1 : 3. Artinya :
Untuk 1 pips resiko kekalahan anda bisa mendapat 3pips keuntungan.
1risk == 3 Reward ? ini adalah maximum.
1risk== 2.5 Reward
1risk ==2 Reward
1risk == 1.5 Reward.
Risk : Reward == 2 : 1 sangat tidak tidak direkomendasikan
Apalagi Risk : Reward == 3 : 1. Jangan mau mengambil resiko yang lebih besar
dari pada keuntungan yang diperoleh. Seperti pada screenshot di kaskus ini.
Ada yang masuk ke pasar dengan quantity 5000 dan tidak memberi stop loss tapi
keuntungan yang diambil hanya beberapa pips saja. Untung saja pasar gak melawannya.
<=== Sangat tidak direkomendasikan kasus spt ini teman2.
Contoh kasus 1risk == 3 reward.
Anda memberi 30pips stoplost anda. Berarti keuntungan anda haruslah 90pips.
Biasanya Para Investor memberi 30pips pada stop lost mereka untuk Intra Day.
Diversifikasi
Maksudnya disini adalah : Jika Modal Utama anda sekarang di marketiva ada $100.
dan anda melakukan Trading yang pertama dengan resiko sebesar 2%. Berarti sisa
Modal Utama anda sekarang Menjadi $98. Dan untuk Trade yang kedua akan Dihitung
2% x $98 jika anda memakai 2% sebagai resikonya.
Ada 3 Strategi :
1. Strategi “Berjudi” SANGAT TIDAK DIREKOMENDASIKAN
Strategi ini diadopsi dari para penjudi. Jika kalah $10, Pasang $20, Jika kalah
Pasang $40, kalah lagi, Pasang Lagi $80. Dengan Asumsi anda tidak mungkin kalah
seterusnya.
Ingat!!!. Jika anda taruh uang $100 dan anda kalah sampai $20. Uang $20 ini
tidak mungkin dalam waktu 6 bulan akan menjadi $100.
2. Strategi anti- “Berjudi”.=== Tambahlah Resiko anda jika menang
dan kurangi resiko jika kalah.
Contoh :
Kasus Pertama
Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama
menjadi $1.500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :
Persentase Resiko x Modal Utama Sekarang
3% x 1.500
Kasus Kedua
Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama
menjadi $500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :
Persentase Resiko x Modal Utama sekarang
3% x 500
3. Strategi Pengembalian yang tinggi SANGAT DIREKOMENDASIKAN
Anda bisa menaikkan resiko kerugian lebih tinggi. Dengan begini Jelas Profit
akan lebih tinggi kalau Take Profit anda tercapai.
Contoh Kasus :
Modal Utama anda pada saat mulai bermain $1.000. Setelah 6 bulan. Modal Utama
menjadi $1.500. jadi anda bisa menghitung resiko anda dari :
(Persentase Resiko x Modal Utama Saat Mulai Trading) + (Persentase resiko yg
lebih Tinggi x Keuntungan anda)
(3% x 1.000) + (5% x $500)
Dengan Strategi ketiga ini diharapkan anda mendapat profit yang lebih tinggi
jika menang .Dan jika anda kalah. Anda masih kalah 3% dari Modal Utama Pertama
anda.
